top of page
Citrus Fruits

Kurangnya variasi produk selain minuman dan ice cream manis membuat pilihan konsumen menjadi terbatas

Kaitan dengan SWOT

Weakness

  • Kurangnya inovasi menu dessert membuat pilihan produk Mix & Cool menjadi kurang beragam dibandingkan beberapa kompetitor.

  • Ketergantungan pada produk manis menyebabkan Mix & Cool sulit menjangkau konsumen yang mulai menyukai minuman sehat atau rendah gula.

Opportunity

  • Pasar minuman dan dessert terus berkembang sehingga masih terdapat peluang untuk menghadirkan produk baru yang lebih variatif sesuai kebutuhan konsumen.

Threat

  • Persaingan bisnis minuman kekinian yang ketat dapat membuat konsumen lebih memilih brand lain yang memiliki variasi produk lebih lengkap.

  • Perubahan tren konsumen ke minuman sehat dapat mengurangi minat terhadap produk Mix & Cool yang mayoritas manis.

Kaitan dengan BMC

Value Proposition
Nilai yang ditawarkan Mix & Cool masih kurang beragam karena produk lebih berfokus pada minuman dan ice cream manis.


Customer Segments
Target konsumen menjadi lebih terbatas, terutama pada kalangan anak muda yang menyukai minuman manis.


Revenue Streams
Pendapatan usaha masih bergantung pada satu kategori produk utama, yaitu minuman dan ice cream.


Key Activities
Kegiatan pengembangan dan inovasi menu belum dilakukan secara maksimal sehingga variasi produk masih terbatas.

Teori yang Digunakan

  • Merchandise Assortment (Variety & Assortment)

  • Consumer Behavior

  • Retail Market Strategy

(Levy, 2023 – Retailing Management)

Teori yang Digunakan

  • Konsumen dapat merasa bosan karena pilihan menu yang kurang beragam.

  • Mix & Cool berpotensi kehilangan pelanggan yang mulai memilih minuman sehat atau rendah gula.

  • Daya saing usaha dapat menurun dibandingkan kompetitor yang menawarkan produk lebih lengkap.

  • Pendapatan usaha menjadi kurang stabil karena hanya bergantung pada produk manis.

Persaingan antar outlet Mix & Cool yang sangat banyak dan berdekatan sehingga tidak terkendali

a) Kaitan dengan SWOT

Weakness

  • Tidak adanya diferensiasi antar outlet Mix & Cool membuat setiap gerai terlihat sama, sehingga konsumen tidak memiliki alasan khusus untuk memilih salah satu outlet.

  • Jumlah gerai yang terlalu banyak menyebabkan persaingan internal dan pembagian konsumen antar outlet.

Threat

  • Persaingan tidak hanya terjadi antar outlet sendiri, tetapi juga dengan brand lain yang menawarkan produk serupa.

  • Perubahan perilaku konsumen yang cenderung memilih berdasarkan lokasi terdekat atau promo membuat persaingan semakin ketat.

b) Kaitan dengan BMC

Value Proposition

  • Tidak ada perbedaan yang jelas antar outlet sehingga konsumen melihat semua gerai memiliki konsep yang sama.

Customer Segments

  • Target pasar yang sama menyebabkan antar outlet saling berebut pelanggan.

Channels

  • Lokasi outlet yang berdekatan menyebabkan terjadinya kanibalisasi pasar atau saling memperebutkan pelanggan sendiri.

Revenue Streams

  • Pendapatan tiap outlet menjadi tidak maksimal karena konsumen terbagi akibat banyaknya gerai dalam satu area.

c) Teori yang Digunakan

• Conflict Theory / Teori Konflik
(Surahman, 2015 – Retail Markrting)

d) Dampak Jika Tidak Ditindaklanjuti

  • Persaingan internal antar outlet akan semakin tinggi.

  • Penjualan setiap gerai menjadi kurang optimal karena pelanggan terbagi.

  • Outlet saling memperebutkan konsumen yang sama.

  • Konsumen sulit melihat keunggulan atau ciri khas masing-masing outlet.

Ice Cream Scoops

3. Strategi konten media sosial yang tidak terus diperbarui

a) Kaitan dengan SWOT

Weakness

• Konten media sosial yang jarang diperbarui membuat promosi menjadi kurang menarik bagi konsumen.
• Interaksi dengan pelanggan menjadi rendah karena kurangnya aktivitas dan komunikasi di media sosial.

Threat

• Kompetitor yang lebih aktif di media sosial dapat lebih mudah menarik perhatian konsumen.
• Konsumen berpotensi beralih ke brand lain yang memiliki konten lebih menarik dan mengikuti tren.

b) Kaitan dengan BMC

  • Customer Relationship

Hubungan dengan pelanggan menjadi kurang optimal karena interaksi di media sosial masih rendah.

  • Channels

Media sosial belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana komunikasi dan promosi produk.

  • Value Proposition

Nilai dan keunggulan produk tidak tersampaikan dengan baik karena promosi digital yang kurang konsisten.

c) Teori yang Digunakan

Social Media Engagement Theory (Roggeveen & Grewal, 2016)

d) Dampak Jika Tidak Ditindaklanjuti

• Engagement media sosial seperti like, komentar, dan share dapat terus menurun.
• Brand Mix & Cool menjadi kurang menarik bagi konsumen muda yang aktif di media sosial.
• Promosi dapat kalah bersaing dengan kompetitor yang lebih kreatif dan aktif membuat konten.
• Jangkauan pemasaran menjadi lebih terbatas karena media sosial tidak dimanfaatkan secara optimal.

Passion Fruit Juice
bottom of page